Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
image
image
image
image
img
img
img
img

Format Baru Koperasi di Era Globalisasi dalam Membangun Perekonomian Negeri

PDFCetakSurel

Oleh: Lismanto

“Membangun ekonomi Indonesia dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak bisa hanya mengikuti ekonomi negara lain. Yang akhirnya bisa mengangkat taraf hidup 240 juta di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote adalah ekonomi rakyat.” (Susilo Bambang Yudhoyono)

Berkali-kali negeri ini diguncang badai perekonomian yang memprihatinkan. Laju kemiskinan terus meningkat, tingkat kesejahteraan semakin menurun. Bahkan jika boleh dikatakan, Indonesia sebenarnya bukan negara berkembang, melainkan negera miskin. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa pendapatan Indonesia 1 dollar AS per hari per orang yang oleh Ketua Institute For Ecosoc Right Sri Palupi dikatakan sebagai kemiskinan absolut. Berangkat dari sini, peran koperasi dalam membangun perekonomian menjadi penting. Seperti dikatakan Susilo Bambang Yudhoyono, ekonomi rakyat yang mampu menjawab tantangan perekonomian negeri: koperasi.

Meski disebut sebagai “soko guru perekonomian bangsa Indonesia”, bukan berarti koperasi lepas dari polemik dan pasang surut. Apalagi sekarang koperasi dihadapkan pada fakta globalisasi yang kehadirannya menjadi momok menakutkan. Lebih dari itu, globalisasi merupakan “ancaman” yang serius bagi keberlangsungan koperasi.

 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 26 Januari 2012 23:48 | Ditulis oleh Firdaus Putra Sabtu, 31 Desember 2011 10:11


 

Revitalisasi Tata Kelola Koperasi: Upaya Membangun Koperasi yang Sehat dan Kompetitif

PDFCetakSurel

Oleh: Firdaus Putra, S.Sos.

Secara kuantitatif pada 2010, koperasi di Indonesia mencapai 124.855 unit aktif. Ditambah berbagai organisasi gerakan pendukung lainnya, praktis secara kelembagaan sudah cukup terpenuhi. Dengan potensi sebesar itu, mengapa sampai saat ini koperasi di Indonesia belum juga mampu menunjukkan giginya? Dan bagaimana seharusnya?

Ada diktum tak tertulis di gerakan koperasi, “Salah mendesain visi organisasi, akan salah membangun usaha koperasi”. Diktum ini mengisyaratkan pentingnya sumber daya manusia daripada sumber daya finansial. Ini merupakan konsekuensi logis koperasi sebagai kumpulan orang, bukan modal.

Sebagai kumpulan orang yang berusaha bersama, koperasi merupakan social business (Davis, 2010). Dalam social business terkandung nilai keadilan, pemerataan dan pemberdayaan. Koperasi muncul bukan sebagai perusahaan pengejar laba, melainkan economic and social redistributive enterprise. Yakni sebagai pemberi manfaat kepada anggota dalam bentuk ekonomi juga sosial.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 26 Januari 2012 23:56 | Ditulis oleh Firdaus Putra Sabtu, 03 Desember 2011 05:59

   

Agenda Politik Kesejahteraan dan Penguatan Kemandirian Koperasi: Oleh-oleh Seminar Sehari

PDFCetakSurel

8 November, Restoran Asiatic Puwokerto penuh orang. Mereka adalah peserta Seminar Sehari “Agenda Politik Kesejahteraan dan Penguatan Kemandirian Koperasi”. Helatan besar itu diselenggarakan oleh BAE Cooperative Consulting kerjasama dengan Dekopin dan LSP2I, Jakarta.

Hadir di tengah peserta para narasumber ahli di bidangnya. Prof. Dawam Rahardjo, Rektor University Petrolium, Yogyakarta. Ada juga Bapak Sularso, penasehat Dekopin yang sudah puluhan tahun berkiprah di gerakan koperasi. Di generasi muda, Suroto, Ph., aktivis koperasi yang senantiasa teriak lantang soal koperasi. Kemudian Mr. Arsyad Dalimunte, praktisi dan pakar manajemen koperasi.

Sedangkan peserta hari itu cukup beragam. Yang pertama tentunya orang-orang koperasi primer di Kab. Banyumas pun luar kota. Aktivis-aktivis LSM, organisasi mahasiswa ekstra dan intra kampus. Tak ketinggalan, banyak akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman menghadirinya.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 26 Januari 2012 23:57 | Ditulis oleh Firdaus Putra Senin, 21 November 2011 06:23

   

Dawam: Koperasi Jadi Sistem Ekonomi Masa Depan

PDFCetakSurel

Pakar ekonomi Prof Dawam Rahardjo menyatakan, koperasi merupakan sistem ekonomi masa depan meskipun perkembangannya harus melalui berbagai tahapan.

“Koperasi adalah sistem ekonomi masa depan. Jadi berkembangnya harus melalui tahap-tahap tertentu, sehingga tidak benar jika koperasi nantinya akan menjadi museum,” katanya di sela-sela Seminar Sehari “Agenda Politik Kesejahteraan dan Penguatan Kemandirian Koperasi”, di Purwokerto, Selasa.

Seminar yang diselenggarakan Bae Cooperative Inspiring Purwokerto ini dalam rangka menyongsong Tahun Koperasi Internasional 2012 (2012 International Year of Cooperative).

Lebih lanjut, Dawam mengatakan, dalam teori koperasi juga harus melalui tahap kapitalisme.

“Sosialisme juga seperti itu. Kalau sosialisme itu melompat atau tahu-tahu terbentuk, itu akan jatuh seperti di Rusia. Harus melalui tahap tertentu,” kata dia yang juga Rektor Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta.

 

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 27 Januari 2012 00:02 | Ditulis oleh Firdaus Putra Senin, 21 November 2011 05:36

   

Kopindo Diminta Selamatkan Koperasi Mahasiswa

PDFCetakSurel

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menugaskan Induk Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) untuk menyelamatkan eksistensi koperasi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi swasta dan negeri yang mulai tergerus.

Rudolfus Paskalis Daga, Sektretaris Induk Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo), mengatakan instruksi tersebut disampaikan Menkop dan UKM setelah menerima laporan dari Kopindo serta melihat kondisi riil koperasi mahasiswa (Kopma) mulai terancam eksistensinya.

”Ini adalah akibat dari kebijakan manajemen universitas-universitas yang lebih mementingkan keberadaan koperasi karyawan ketimbang koperasi mahasiswa,” ujar Rudolfus Paskalis Daga kepada Bisnis, hari ini.

Menurut hasil kunjungan Kopindo ke berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri, aktivitas koperasi mahasiswa nyaris tenggelam. Dia mengilustrasikan Kopma-Kopma tersebut kondisinya dalam setengah koma, atau setengah mati.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 03 Desember 2011 11:36 | Ditulis oleh Administrator Kamis, 13 Oktober 2011 09:02

   

Halaman 1 dari 3

Translate

English

Polling

Seberapa besar dukungan kampus/rektorat terhadap kopma Anda?

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Unit Usaha

World Map Visit

Facebook Kopindo